Breaking

logo

Senin, 30 Juli 2018

KADES KEDUNGMALING, SOOKO MOJOKERTO HARUS MENDEKAM DI BALIK JERUJI

KADES KEDUNGMALING, SOOKO MOJOKERTO HARUS MENDEKAM DI BALIK JERUJI

MOJOKERTO,  Jombang Pos - Kepala Desa (Kades) Kedungmaling, Sooko, Mojokerto, Kukuh Suwoko (49), harus mendekam di balik jeruji. Tersangka kedapatan membuat 7 proyek fiktif di desa yang dipimpin. Akibatnya, keuangan desa tekor Rp 223,3 juta.


Kukuh digelandang turun dari ruang penyidikan di lantai dua Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto sekitar pukul 15.30 WIB. Rompi tahanan warna oranye sudah tersemat di badannya.


Kendati begitu, Kukuh sempat melempar senyum ke sejumlah wartawan yang meliputnya.


Kades Kedungmaling ini dimasukkan ke mobil tahanan yang mengantarkan ke Lapas Klas IIB Mojokerto di Jalan Taman Siswa.


Tersangka Kukuh Suwoko menyalahgunakan anggaran Desa Kedungmaling tahun 2016 yang dilakukan dengan cara membuat laporan fiktif. Ada beberapa kegiatan yang sama sekali tidak dilaksanakan," kata Kasi Intel Kejari Mojokerto Oktario Hutapea kepada wartawan di lokasi, Senin (30/7/2018).


Modus korupsi yang dilakukan Kukuh tergolong nekat. Sepanjang tahun anggaran 2016, dia membuat 7 proyek fiktif. Antara lain pengadaan penerangan jalan umum, pembangunan ruang PKK, BPD, LPM, pavingisisasi, bedah rumah dan pembangunan pos kamling.

Bahkan, dia nekat meminjam uang dari kas Desa Kedungmaling yang hingga kini tak dikembalikan.

Nilai kerugian negara hasil audit Inspektorat Kabupaten Mojokerto Rp 223,3 juta," ungkap Oktario.


Dia menambahkan, tak menutup kemungkinan ada perangkat Desa Kedungmaling lainnya yang terlibat dalam kasus ini.


Kalau laporan keuangan desa dipalsukan, pihak lain kemungkinan tak tahu. Namun kami dalami sambil berjalan," terangnya.


Akibat perbuatannya, Kukuh dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 3 UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman 20 tahun penjara sudah menantinya.


Kuasa Hukum Kukuh, Fasoli menduga, kliennya menjadi korban dari jebakan yang dipasang Sekretaris Desa dan Bagian Keuangan Desa Kedungmaling. Setiap laporan keuangan proyek fiktif ditanda tangani Kukuh tanpa membaca dokumen dengan teliti.

Kades ini percaya sama Carik (Sekdes) dan Bagian Keuangan, semua dia tanda tangani tanpa membaca. Ternyata diselipkan, bahkan arsip laporan keuangan dia tak pegang," kilahnya.


Fasoli menambahkan, Kukuh mengaku tak menerima uang hasil korupsi tersebut. Namun, dia tak mempunyai bukti kuat atas pernyataannya tersebut.


Kalau pengakuannya dia tak dapat apa-apa sama sekali. Kita lihat saja nanti yang makan pasti ketahuan," tandasnya. (Yanto)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini