Breaking

logo

Sabtu, 28 Juli 2018

PENYIDIK SENIOR KPK KEMBALI BERTUGAS, 16 BULAN MASA PERAWATAN AKIBAT TEROR AIR KERAS

PENYIDIK SENIOR KPK KEMBALI BERTUGAS, 16 BULAN MASA PERAWATAN AKIBAT TEROR AIR KERAS

JAKARTA,  Jombang Pos - Penyidik KPK Noval Baswedan kembali bertugas setelah melewati 16 bulan masa perawatan akibat teror air keras. Apa yang dilakukan Novel saat hari pertama dirinya kembali ngantor di KPK?


Bang Novel tentu saja kemarin sudah duduk di meja kerjanya yang dulu ya, yang 16 bulan tidak pernah diduduki dan dibiarkan kosong. Yaitu tempat duduk Kasatgas penyidikan yang diemban olehnya," kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap kepada Wartawan, Sabtu malam (28/7/2018).


Dia mengatakan Novel memanfaatkan hari pertamanya dengan bersilaturahmi ke rekan-rekannya sesama pegawai KPK. Yudi menyebut Novel juga bertemu dengan atasannya secara struktural yaitu Direktur Penyidikan, Brigjen Aris Budiman dan Deputi Bidang Penindakan, Irjen Firli.


"Sepengetahuan saya, silaturahmi dengan kawan-kawan penyidik yang saat itu ada di ruang kerja penyidik kemudian Bang Novel juga sempat ke tempat kerja teman-teman jaksa penuntut umum. Novel juga sudah bertemu dengan atasannya secara struktural, yaitu Aris Budiman selaku Direktur Penyidikan dan Firli selaku Deputi Penindakan," ucapnya.


Meski demikian, Yudi tak tahu apakah Novel langsung membahas perkembangan kasus pada Satgas yang dipimpinnya. Dia menyatakan pembahasan kasus hanya boleh diketahui Satgas terkait.


Untuk kegiatan di Satgasnya, apakah Novel Baswedan langsung membicarakan perkembangan kasus yang ditangani olehnya saya tidak mengetahuinya. Karena memang di KPK hanya Satgas penyidikan terkait yang diperbolehkan mengetahui materi penyidikan," tuturnya.


Yudi menyatakan Novel melanjutkan silaturahmi usai salat berjemaah di Masjid KPK. Ia mengatakan silaturahmi itu dilakukan Novel kepada para pegawai di kedeputian lainnya setelah 16 bulan tak berjumpa.


Sebelumnya, Novel kembali masuk kerja pada Jumat kemarin (27/7/2018). Dia disambut pimpinan, eks pimpinan dan para pegawai KPK.


Novel mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017 seusai salat subuh di masjid yang tak jauh dari rumahnya. Beberapa kali koordinasi dilakukan KPK bersama Polri, tapi pelaku penyerangan Novel belum juga ditemukan. 
(Muis)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini