Breaking

logo

Sabtu, 28 Juli 2018

SERUNYA FESTIVAL BALAP PERAHU LAYAR TRADISIONAL 2018 DI IKUTI 80 NELAYAN

SERUNYA FESTIVAL BALAP PERAHU LAYAR TRADISIONAL 2018 DI IKUTI 80 NELAYAN

BANYUWANGI,  Jombang Pos - Sekitar 80an nelayan Jawa-Bali antusias mengikuti Festival Balap Perahu Layar Tradisional 2018 di Pantai Warudoyong, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Untuk mengikuti festival ini, para nelayan harus mengeluarkan tenaga ekstra serta saling beradu kecepatan menyeberang Selat Bali untuk sampai digaris finish. 


Sabtu (28/7/2018), sebelum dilepas, seluruh perahu peserta dijajarkan di bibir pantai bersiap mengambil start serta melewati tahapan seleksi yang ditentukan oleh panitia yang meliputi ukuran layar, panjang perahu dan lebar katir perahu. 


Festival Balap Perahu Layar yang digelar selama dua hari ini, dibagi menjadi empat etape dengan masing-masing etape terdiri dari dua puluh peserta perahu layar. 


Setelah mendapat aba-aba dari panitia, para peserta beradu kecepatan mengarungi Selat Bali sejauh 7 mill, dimulai dari pesisir Pulau Jawa menuju Pulau Bali hingga finish kembali ke Pulau Jawa


Aksi saling kejar-kejaranpun tidak dihindarkan dalam kompetisi balap perahu layar tradisional ini. Sebagian peserta banyak yang melakukan latihan sebelum perlombaan diadakan. 


Meski banyak peserta yang merasa kelelahan, namun mereka mengaku senang mengikuti perlombaan yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. 


Saya sudah 3 kali ini ikut. Meski selalu kalah, tapi saya senang dengan lomba ini. Ini tadi layar kok patah ya. Saat manuver tadi salah ambil kena angin kencang," ujar Basuni, salah satu peserta lomba, kepada Wartawan. 


Selat Bali yang terkenal dengan arus derasnya membuat para peserta harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk sampai digaris finish. Karena para peserta hanya bermodal gayung dan arah angin untuk bisa menjadi yang tercepat. 


Ketua Panitia Festival Balap Perahu Layar Tradisional 2018, Sujarno mengatakan, pihaknya terpaksa harus membatasi jumlah pendaftaran peserta. Ajang ini merupakan silaturahmi antar nelayan Jawa dan Bali. 


Peserta membludak. Kita terpaksa mengurangi jumlah peserta ditahun sebelumnya. Kemarin itu 100 sekarang kita kurangi 80 peserta," ujarnya. 


Festival balap perahu layar tradisional ini, bertujuan untuk mengikat tali silaturrahim antara nelayan jawa dan bali. Festival yang sudah ketiga kalinya digelar oleh pemerintah Kabupaten banyuwangi merupakan salah satu agenda yang masuk dalam kelender Banyuwangi Festival 2018. 


Maksud dan tujuan untuk mengikat tali silaturrahim antara nelayan Bali dan Jawa karena satu misi dan tujuan yaitu senasib dan seperjuangan. Sementara kriteria penilaian yaitu yang tercepat atau yang pertama, murni secara tradisional menggunakan layar tanpa mesin, kalau ini dilaksanakan setiap tahun," tambahnya.
(Onggy)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini