Breaking

logo

Jumat, 13 Juli 2018

TEAM ARKEOLOG DARI BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA MENDATANGI DUSUN NGURAWAN MENEMUKAN SITUS PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT

TEAM ARKEOLOG DARI BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA MENDATANGI DUSUN NGURAWAN MENEMUKAN SITUS PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT

MADIUN,  Jombang Pos - Tim arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta mendatangi Dusun Ngurawan, Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur untuk melakukan ekskavasi atau penggalian.




Penggalian ini dilakukan karena muncul dugaan terdapat situs peninggalan Kerajaan Majapahit di dusun tersebut.





Kita datangkan tim Arkeolog Yogyakarta untuk melakukan penelitian di lokasi yang diduga ada peninggalan situs kerajaan Majapahit," terang staf Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Saiful, kepada detikcom di lokasi, Jumat (13/7/2018).





Total ada 10 orang tim arkeolog yang dikirim dari Yogyakarta untuk melakukan penggalian. Penggalian sendiri sudah dilaksanakan sejak tanggal 12 Juli silam hingga diperkirakan selesai pada tanggal 25 Juli mendatang.





Batu Kuno Berornamen Dewa Baruna Ditemukan Warga Madiun, Lokasi penggaliannya sendiri berada di lahan seluas sekitar 1.400 meter milik Gatot Suhanto (50), warga RT 44 RW 13 Dusun Ngurawan,  Lokasi galian berada di antara pohon sengon yang ditanam oleh Gatot sejak 3 tahun lalu.




Di lahan ini juga terdapat empat titik yang telah ditandai untuk dilakukan penggalian.




Untuk hasil nanti akan diumumkan oleh Tim Arkeolognya seperti apa yang sebenarnya. Apakah benar-benar situs berhubungan dengan kerajaan Majapahit atau tidak," katanya.





Menengok Jejak Peninggalan Bersejarah Kerajaan Gelang Gelang yang Dilupakan sampai sekarang,
Saiful menjelaskan penggalian ini merupakan lanjutan dari penelitian yang sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu.




Pada ekskavasi pertama di tahun 2016, tim sudah menggali di dua titik dengan kedalaman sekitar tiga meter. Hasilnya, ditemukan tumpukan batu bata seperti bangunan kuno. Batu bata tersebut berukuran sekitar 20 x 30 cm dengan tebal sekitar 6 cm.



Ditambahkan Ketua Tim Peneliti Arkeolog Yogyakarta Rita Istari, penggalian kali ini tidak hanya dilakukan untuk mengungkap adanya peninggalan lain, tetapi juga untuk mengetahui bentuk dan karakter tinggalan arkeologi di situs bersejarah tersebut.




Tanggal (16/7/2018) nanti kita akan datangkan ahli sejarah dan ahli prasasti baca tulisan kuno dari Malang. Nantinya akan membantu pencarian data dan akhir Oktober 2018 rencana mau saya buatkan buku tentang situs yang ada di Dusun Ngrawan atau familiar disebut Ngurawan kalau orang Jawa," ungkap Rita.




Di dusun yang terletak sekitar 25 Km di selatan pusat kota Madiun itu memang kerap ditemukan benda-benda peninggalan sejarah seperti arca dan batu berornamen yang menjadi bagian dari pemandian kuno.



Bahkan kabarnya sisa-sisa peninggalan bersejarah itu teronggok begitu saja dan tidak terawat hingga menjadi incaran banyak kolektor.
(Priwan)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini