Breaking

logo

Kamis, 09 Agustus 2018

DI NGAWI BELUM SELESAI SEMBURAN AIR DAN PASIR, SEKARANG MUNCUL SEMBURAN AIR DAN GAS BUMI

DI NGAWI BELUM SELESAI SEMBURAN AIR DAN PASIR, SEKARANG MUNCUL SEMBURAN AIR DAN GAS BUMI

NGAWI,  Jombang Pos - Belum selesai semburan air bercampur pasir, kini muncul semburan lain di Ngawi. Namun kali ini yang menyemburkan gas. Bukti bahwa yang menyembur gas adalah api yang menyala saat disulut. 


Semburkan gas ini datang dari sumur milik Muhajir warga Dusun Karasan, Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur. Bahkan pemilik rumah menggunakan gas itu untuk memasak. Warga yang penasaran akhirnya mencoba memasak air dan mi instan.


Muhajir mengatakan sumur yang mengeluarkan gas tersebut berada di belakang rumah. Sumur itu dibangun tahun 1984. Dulu, sumur berada di luar rumah. Setelah rumah direnovasi, letak sumur berada di dalam kamar yang sekarang difungsikan sebagai ruang ganti.


Sumur tersebut merupakan sumur bor yang mempunyai kedalaman 12 meter. Tidak ada lubang besar pada sumur. Yang ada hanyalah sebuah lubang kecil berukuran 2 inchi yang diisi dengan pipa besi. Dari lubang itulah menyemburkan gas yang jika disulut mengeluarkan api.



Rupanya, gas itu keluar bersamaan hari dengan menyemburnya air di sumur di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren. Meski jarak semburan air dan gas sekitar 45 Km. "Keluarnya Minggu (5/8) petang, seusai maghrib," ujar Muhajir saat ditemui Wartawan di rumahnya.


Muhajir mengatakan saat itu anak bungsunya, Huda Khoirul Rizikin (12), sedang berganti pakaian di kamar tempat sumur berada. Terdengar suara gemuruh dari dalam sumur. Si anak pun segera melapor ke ayahnya.



Dia berinisiatif memasang selang sepanjang 15 meter dan disambungkan ke sebuah pipa yang bisa disulut api. Namun sejak sumurnya mengeluarkan gas, Muhajir tak berani lagi mengambil air dari sumur tersebut. Meski sumur itu masih deras mengeluarkan air seperti hari-hari biasanya.


Aliran air saya matikan, tapi gasnya bisa tetap keluar," tambahnya.


Untuk keperluan mandi dan memasak, pria 52 tahun itu terpaksa mengambil air di musala. Untungnya jarak antara rumah dan musala tidak jauh, hanya sekitar 20 meter. Muhajir hanya memasang selang yang disambungkan dari pipa sumur masjid dan disalurkan ke bak kamar mandi rumahnya.


Gas yang menyemburkan ini pernah menyembur 6 tahun lalu atau di tahun 2012. Saat itu gas menyembur selama kurang lebih sebulan. Muhajir mengatakan saat itu munculnya gas juga saat musim kemarau seperti saat sekarang ini. Muhajir sendiri heran setelah 6 tahun berlalu, kini aroma gas itu muncul kembali.


Ini yang ke dua kalinya muncul aroma gas seperti elpiji. Dulu pernah 6 tahun lalu tepatnya tahun 2012. Saya masih heran kok bisa ada gas dari dalam tanah rumah saya ini. Saya sudah melapor ke perangkat juga waktu itu dan tapi tidak direspon Pemkab Ngawi," kenang Muhajir.


Sementara Dinas ESDM Provinsi Jatim sempat mendatangi rumah Muhajir dan mengecek sumurnya. Mereka hanya mengimbau agar tidak mengonsumsi air yang menyemburkan gas tersebut, Kemarin cuma diimbau untuk sementara tidak mengkonsumsi air sumur," pungkas Muhajir.


Yang masih menjadi tanda tanya, hingga kini semburan yang bermunculan di Ngawi ini karena fenomena alam atau faktor lain. Wallahua'lam!
(Priwan)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini