Breaking

logo

Sabtu, 04 Agustus 2018

DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA OPERASI GABUNGAN DENGAN POLRESTABES SURABAYA SASARAN KENDARAAN PARKIR SEMBARANGAN

DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA OPERASI GABUNGAN DENGAN POLRESTABES SURABAYA SASARAN KENDARAAN PARKIR SEMBARANGAN

SURABAYA,  Jombang Pos - Dinas Perhubungan Kota Surabaya melakukan operasi malam dengan sasaran kendaraan yang parkir sembarangan. Kebanyakan yang terjaring operasi adalah para driver angkutan online yang sedang menunggu penumpang. 


Kami Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan gabungan dari Sat Lantas Polrestabes Surabaya mengadakan operasi malam hari atau operasi purnama. Sasarannya pada pengendara yang melanggar rambu-rambu dilarang parkir atau berhenti," ujar Kasi Pengawas dan Penertiban Dishub Surabaya Trio Wahyu Wibowo kepada Wartawan di sela operasi di Surabaya, Sabtu (4/8/2018).



Titik operasi difokuskan di depan mal dan tempat ramai mulai dari City of Tomorrow (Cito), depan KFC Ahmad Yani, Royal Plaza hingga Kebun Binatang Surabaya. Kebanyakan lokasi tersebut ditentukan dari laporan masyarakat. 



Pertama kami mulai dari Cito karena disana aduan masyarakat itu banyak. Jadi itu menjadi atensi kami untuk menertibkan," tambahnya. 



Dalam penertiban ini, polisi yang bertugas langsung melakukan penindakan dengan tilang. Di lokasi, banyak pula pengendara yang tak terima ditilang hingga adu mulut pun tak terelakkan. Sementara petugas tetap dengan tegas memberikan penilangan. 



Kami lihat sendiri tadi disana ada debat tapi mereka akhirnya memaklumi dan memahami bahwa mereka melanggar," imbuh Trio. 



Dari data yang di Cito saja, ada puluhan kendaraan roda dua dan roda empat yang ditilang. Setiap harinya, di area tersebut memang ramai menjadi parkir para driver angkutan online. Sementara untuk kendaraan yang ditinggal, dilakukan penggembosan oleh petugas. 




Yang sudah ditindak tilang oleh Satlantas Polrestabes ada 27 kendaraan roda dua, 8 kendaraan roda 4, dan ada 3 kendaraan roda dua yang digembosi," kata Trio. 



Trio mengatakan data di satu lokasi ini sebenarnya bisa lebih besar lagi. Sebagaimana pantauan detikcom, saat petugas datang, kebanyakan driver langsung kabur. 



Terlebih saat di Royal Plaza, sesama pengendara ojek online sudah saling berkoordinasi sehingga di lokasi tersebut yang biasanya ramai, jadi sepi. 



Namun, Trio menegaskan operasi ini akan dilakukan rutin. Dia ingin memberi efek jera kepada para pengendara angkutan online agar lebih tertib dan tidak parkir di badan jalan.. 




Pasti kami gelar rutin seminggu atau dua minggu setelah ini akan ada lagi operasi purnama," katanya. 



Sementara itu, dia mengatakan Pemkot Surabaya sedang menggodok Perda nomor 3 tahun 2018 yang berisikan larangan sekaligus denda kepada para pengemudi yang parkir liar di badan jalan. 
(Yus)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini