Breaking

logo

Selasa, 14 Agustus 2018

FESTIVAL YANG DIGELAR MEMPERINGATI HUT KE - 57 PRAMUKA ITU MENAMPILKAN PERNAK - PERNIK OLAHRAGA, LOGO MASKOT ASIAN GAMES

FESTIVAL YANG DIGELAR MEMPERINGATI HUT KE - 57 PRAMUKA ITU MENAMPILKAN PERNAK - PERNIK OLAHRAGA, LOGO MASKOT ASIAN GAMES

BANYUWANGI,  Jombang Pos - Gairah warga Banyuwangi menyambut Asian Games 2018 terlihat dalam Scout Lantern Carnival Banyuwangi. Festival yang digelar memperingati HUT ke-57 Pramuka itu menampilkan pernak-pernik olahraga, logo hingga maskot Asian Games. 


Tema Asian Games sengaja diangkat dalam pawai lampion kali ini, Selasa (14/8/2018) malam. Ini sebagai bentuk turut memeriahkan even olahraga terbesar di Asia itu. Dan Indonesia menjadi tuan rumah gelaran empat tahunan tersebut. 


Kita ingin turut memeriahkan Asian Games. Kita bangga negara kita bisa jadi tuan rumah," tutur Salasatur Rahmah dari SDIT Al-Qomar, Giri yang mengusung pernak-pernik tersebut. 


Tak hanya pernak-pernik Asian Games, para peserta juga mengusung kekayaan budaya dan alam Banyuwangi. Seperti halnya budaya puter kayun, api biru gunung ijen, infrastruktur Banyuwangi dan lain sebagainya. 


Festival tahunan tersebut, diikuti 1.000 anggota pramuka dari penegak hingga pandega. Mereka membawakan aneka bentuk lampion dan atraksi kesenian. Dengan memakai seragam pramuka, mereka menampilkan aneka tarian. Mulai dari tari gandrung, seblang, kebo-keboan hingga tari sajojo dari Papua. 


Wakil Bupati Banyuwangi yang juga menjadi Ketua Kwarcab Pramuka Yusuf Widiyatmoko mengapresiasi prestasi dan kreativitas Pramuka Banyuwangi. "Banyak prestasi yang telah diukir oleh adik-adik Pramuka Banyuwangi. Baik di tingkat provinsi maupun di tingkat Nasional," ungkapnya kepada Wartawan saat memberangkatkan karnaval tersebut. 



Prestasi dan kreativitas tersebut, lanjut Yusuf, perlu diterapkan dalam lini kehidupan yang lebih luas.


Adik-adik pramuka harus bisa menjadi agen positif di lingkungan pergaulannya. Jangan sampai terseret pada hal-hal negatif. Namun harus membawa teman-temannya terhindar dari perbuatan nakal dan sejenisnya," pesannya. 


Yusuf menambahkan pramuka harus menjadi perekat NKRI. Isu-isu SARA yang kerap kali terjadi di Indonesia perlu terus diredam oleh berbagai kalangan, termasuk Pramuka. 


Sebagai organisasi yang inklusif, Pramuka menjadi tempat yang tepat untuk menjadi perekat kesatuan NKRI. Perbedaan agama, ras, suku, bangsa tak menjadi masalah. Semua menyatu di pramuka," pungkasnya.  (Onggy)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini