Breaking

logo

Rabu, 15 Agustus 2018

POLISI MENGIMBAU WARGA MENANGKAP DAN MENYERAHKAN KE POLSEK, JANGAN MAIN HAKIM SENDIRI KARENA NEGARA ADA UNDANG-UNDANGNYA

POLISI MENGIMBAU WARGA MENANGKAP DAN MENYERAHKAN KE POLSEK, JANGAN MAIN HAKIM SENDIRI KARENA NEGARA ADA UNDANG-UNDANGNYA

PROBOLINGGO,  Jombang Pos - Tindakan main hakim sendiri warga Probolinggo beberapa waktu lalu meresahkan. Polisi mengimbau warga menangkap pelaku kejahatan dan menyerahkan ke polisi. Bukan mengajak main hakim sendiri.


Lebih baik serahkan ke pihak yang berwajib untuk dikembangkan jaringannya," kata Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto kepada Wartawan saat dihubungi, Rabu (15/8/2018).


Kasat mencontohkan kasus di Desa Tlogosari. Apalagi warga yang brutal menghajar pencuri hingga membakarnya justru didukung sepenuhnya oleh Kades Saton (41).


Warga dan kades jengkel dengan kasus kemalingan yang terjadi 4 bulan lalu. 3 Motor warga langsung hilang dalam semalam," tambahnya.


Dan saat sedang ronda, tambah kasat, seluruh warga dan kades menghajar membabi buta. Bahkan kades turut mengawal serta membawa senapan angin saat warga menyeretnya sejauh 500 meter ke jalan Desa Tlogosari.


Dan saat Samhadi di tengah jalan, kades langsung berteriak. "Tokol tokol-lah (Pukul pukul-lah). Hajar-hajar... bakar-bakar," jelas kasat menirukan kades.


Kades, tegas dia, justru berjanji akan bertanggungjawab bila terjadi apa-apa kepada warga.

Kades sudah bilang ke warga, jika terjadi apa-apa kades yang bertanggungjawab," tandasnya.


Kini, kades dan 7 pelaku aksi main hakim sendiri dijerat Pasal 340 Sub 338 Sub 170 Ayat 3 Sub 351 Ayat 3 KUHP, ancaman hukuman seumur hidup, atau paling lama 20 tahun kurungan penjara. Mereka menghuni Polres Probolinggo. 
(Juan)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini