Breaking

logo

Rabu, 12 September 2018

ADA TEMPAT YANG DISAKRALKAN DI PINTU MASUK JALUR PENDAKIAN PUNCAK GUNUNG LAWU

ADA TEMPAT YANG DISAKRALKAN DI PINTU MASUK JALUR PENDAKIAN PUNCAK GUNUNG LAWU

MAGETAN,  Jombang Pos - Ada tempat yang disakralkan di pintu masuk jalur pendakian puncak Gunung Lawu di Cemoro Sewu Magetan. Tempat tersebut digunakan pendaki yang sudah tua untuk melakukan ritual doa untuk leluhur Sunan Lawu.

Sanggar ini memang dibuatkan untuk pendaki yang sudah umur dan tidak kuat mendaki. Mereka berdoa di sanggar ini," kata Kepala Dusun Cemoro Sewu Desa Ngancar Kecamatan Plaosan Magetan Agus Suwandono kepada Wartawan di pos masuk Cemoro Sewu Rabu (12/9/2018).

Lokasi ritual itu adalah Sanggar Pamelengan. Sanggar ini ada di area lahan seluas 20x20 meter. Terdapat bangunan tempat istirahat seluas 6x9 meter di sanggar ini. Di belakang bangunan terdapat sebuah tugu dengan tinggi sekitar dua meter yang jadi lokasi ritual. 

Sebuah tugu yang ditanam sedalam satu meter yang biasa dipakai lokasi doa para pendaki. Di situ infonya aura magisnya sangat kuat," katanya.

Dikatakan Agus, para pendaki yang terlanjur datang namun tak bisa mendaki karena jalur pendakian ditutup akibat kebakaran, akhirnya berdoa di sanggar tersebut. Pendaki yang datang pun dari berbagai daerah di Indonesia utamanya dari Yogyakarta dan Solo.

Pantauan detikcom para pendaki yang mengelar ritual di sanggar Cemoro Sewu tanpak silih berganti. Mereka duduk bersila menghadap utara tepat di depan tugu dengan membakar dupa Gondorukem. 

Sambil menengadahkan tangan ke atas dupa yang dibakar, mereka mengucapkan doa untuk lelulur Gunung Lawu. Di sisi kanan tugu tampak sebuah payung raja yang terpancang. Di bawahnya terdapat bunga yang ditempatkan pada tempayan. Kebanyakan para pendaki yang menggelar ritual doa mengenakan baju berwarna hitam.(Rian)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini