Breaking

logo

Senin, 10 September 2018

KEBERADAAN PEMBANGKIT LISTRIK SWASTA DI MOJOKERTO DIKELUHKAN PLN

KEBERADAAN PEMBANGKIT LISTRIK SWASTA DI MOJOKERTO DIKELUHKAN PLN

MOJOKERTO,  Jombang Pos - Keberadaan pembangkit listrik swasta di Mojokerto dikeluhkan PLN. Pasalnya, penjualan listrik PLN anjlok hingga 6,8 mega watt hour (MWH).

Manajer PLN Area Mojokerto Dwi Alfan Zunaedi mengatakan, pembangkit listrik swasta tersebut adalah PT Sinergy Power Source di Desa Kembangringgit, Pungging, Mojokerto. Perusahaan ini menghasilkan listrik dengan bahan bakar batubara.

Menurut dia, hingga Maret 2017, PT Sinergy Power Source masih menggunakan listrik PLN sebesar 9 MWH. Daya yang digunakan saat itu mencapai 32 mega volt ampere (MVA) yang setara 3 ribu lebih pelanggan rumah tangga.

Listrik sebesar itu digunakan PT Sinergy dengan 6 anak perusahaannya di wilayah yang sama.

Sejak April 2017, PT Sinergy bersama 6 anak perusahaannya tak menggunakan listrik PLN. Listrik dari kami hanya digunakan sebagai cadangan jika pembangkit mereka sedang ganguan," kata Alfan kepada detikcom di kantornya, Jalan RA Basuni, Sooko, Mojokerto, Senin (10/9/2018).

Oleh sebab itu, lanjut Alfan, penjualan listrik PLN ke grup perusahaan PT Sinergy turun drastis. Jika sebelumnya mencapai 9 MWH, saat ini hanya 2,2 MWH, atau turun 6,8 juta watt hour.

Larinya pelanggan industri tersebut, juga berimbas pada anjloknya target pertumbuhan penjualan listrik PLN Area Mojokerto tahun 2017. Jika pertumbuhan tahun 2016 mencapai 7,7% dengan penjualan 3.703,108 MWH, tahun 2017 hanya tumbuh 0,37% dengan penjualan listrik 3.716,755 MWH.

Tahun 2017 pertumbuhan penjualan kami hanya 0,37%, penyebab utamanya PT Sinergy yang memakai pembangkit sendiri untuk menyuplai kebutuhan listrik ke enam anak perusahaannya," ungkap Alfan.

Apa yang dilakukan PT Sinergy Power Source, kata Alfan, merupakan bentuk pelanggaran terhadap ketentuan yang ada. Pasalnya, perusahaan pembangkit listrik swasta ini belum mengantongi Izin Wilayah Usaha untuk bisa menjual listrik ke anak perusahaannya.

Mereka hanya punya izin buat pembangkit listrik. Untuk menjual ke anak perusahaan sekalipun, harus punya Izin Wilayah Usaha. Kami cek ke Kementerian ESDM, belum mengeluarkan izin tersebut," terangnya.

Alfan mengaku telah melaporkan pelanggaran penjualan listrik oleh PT Sinergy Power Source ke Kementerian ESDM sekitar Agustus 2017 yang lalu. Sayangnya, sampai saat ini belum ada respons dari pemerintah pusat.

Sampai saat ini belum ada tindaklanjut dari Kementerian ESDM. Harapan kami segera diselesaikan, kalau diizinkan (menjual listrik) ya biar lanjut. Kalau tidak, supaya kami setop," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah Divisi Sumber Daya Manusia (HRD) PT Sinergy Power Source Hendro menjelaskan, perusahaan ini mengasilkan listrik sebesar 20 mega watt. Listrik sebesar itu hanya didistribusikan ke 6 anak perusahaan. Pembangkit listrik perusahaan ini menggunakan bahan bakar batubara.

Itu pun yang terpakai sekitar 15 mega watt. Kami berkomitmen tak akan menjual ke perusahaan lain, khusus internal perusahaan kami," tandasnya.
(Yanto)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini