Breaking

logo

Senin, 17 September 2018

KEPALA URUSAN (KAUR) PERENCANAAN DESA KEDUNGOTOK, MASIH BEKERJA SEPERTI BIASA DITERPA KASUS FOTO ASUSILA YANG TERSEBAR

KEPALA URUSAN (KAUR) PERENCANAAN DESA KEDUNGOTOK, MASIH BEKERJA SEPERTI BIASA DITERPA KASUS FOTO ASUSILA YANG TERSEBAR

JOMBANG,  Jombang Pos - Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Siswanto, masih bekerja seperti biasa meski diterpa kasus foto asusilanya tersebar di media sosial. Kabarnya nasib Siswanto bakal ditentukan setelah ada petunjuk hukum dari Inspektorat.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Kedungotok, Karsaji. Ia mengaku tak pernah diberitahu oleh Siswanto terkait tersebarnya foto alat vital tersebut, termasuk adanya unsur pemerasan yang menyertai persoalan ini.

Saya sebenarnya tidak pernah dikasih tahu. Tahunya saya ya ada surat dari warga dan dikasih tahu Kepala Desa yang lain," kata Karsaji kepada wartawan usai mediasi dengan warga di kantor Desa Kedungotok, Senin (17/9/2018).


Karsaji pun memastikan perangkatnya itu masih bekerja seperti biasa sebagai Kaur Perencanaan Desa Kedungotok. Namun khusus untuk hari ini, Siswanto diminta untuk tidak masuk kerja setelah puluhan warga menggelar aksi protes terkait tersebarnya foto tak senonoh milik pria ini.

Khusus hari ini saya minta tak masuk kerja, daripada nanti dengar atau gimana kan," ujar Karsaji.

Terkait nasib jabatan Siswanto, Karsaji mengaku masih menunggu petunjuk hukum dari Inspektorat Kabupaten Jombang. Menurutnya, selama belum ada petunjuk hukum, Siswanto masih diperbolehkan bekerja sebagai perangkat Desa Kedungotok seperti biasanya.

Bu Camat (Tembelang) masih koordinasi dengan Inspektorat. Kami menunggu keputusan. Kalau dinyatakan bisa dinonaktifkan, ya kami nonaktifkan," tegasnya.

Foto alat vital oknum perangkat Desa Kedungotok itu disebar di akun Facebook oleh seseorang yang mengaku bernama Puput Putri pada 22 Agustus 2018 silam.

Gerah dengan tersebarnya foto tersebut, siang tadi puluhan warga Desa Kedungotok menggelar aksi protes ke kantor desa setempat. Warga menilai Siswanto tak layak menjadi perangkat desa lantaran dianggap berbuat asusila.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Siswanto ke polisi, foto itu berasal dari video call antara dirinya dengan seorang wanita yang baru dikenalnya dua hari lalu. 

Dalam percakapan tersebut, Siswanto diminta memperlihatkan alat vitalnya, yang kemudian direkam oleh wanita ini, tanpa sepengetahuan Siswanto. Rekaman video itulah yang kemudian diduga digunakan oleh wanita ini untuk memeras Siswanto karena yang bersangkutan tidak menuruti permintaan uang darinya.  (Tree)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini