Breaking

logo

Senin, 24 September 2018

PEMUDA DESA BALUN BERKREASI MEMBUAT LAMPU HIAS BAHAN DASAR PIPA PARALON DI KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN

PEMUDA DESA BALUN BERKREASI MEMBUAT LAMPU HIAS BAHAN DASAR PIPA PARALON DI KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN

LAMONGAN,  Jombang Pos - Para pemuda di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan berkreasi dengan membuat lampu hias berbahan dasar pipa paralon atau pipa PVC. 

Lampu hias berbahan dasar pipa paralon ini awalnya karena kami ingin memanfaatkan barang yang sudah ada di tempat kami, karena biasanya pipa paralon yang kami gunakan ini digunakan sebagai alat untuk mengairi sawah," jelas Herman, salah satu inisiator lampu hias ini saat berbincang dengan Wartawan, Selasa (25/9/2018).

Lampunya pun memiliki sejumlah motif yang dapat disesuaikan dengan permintaan pasar. "Lampu hias ini sangat cocok jika dipasang di ruang tamu rumah atau hotel. Bahkan ada yang membuatnya menjadi hiasan untuk acara-acara tertentu," ungkapnya.


Menurut Herman, proses pembuatan lampu hias ini juga sangat mudah. Awalnya, pipa paralon dipotong sesuai dengan bentuk lampu hias yang diinginkan, dilanjutkan dengan proses pembuatan motif di pipa paralon.

Motifnya dibuat dengan cara mencetak gambar di bidang pipa. Gambar motif juga bisa didapat langsung dari konsumen, baru setelah ada gambar, kita mengukirnya dengan alat khusus yang bisa menembus pipa ini," paparnya.

Herman menambahkan, untuk proses pengerjaan, pihaknya mengaku masih melakukannya secara manual. Selain itu, karena sebagian tenaga juga ada yang masih berkuliah, maka biasanya mereka mengerjakan pesanan di malam hari.

Kalau siang kuliah, jadi kami mengerjakannya di malam hari. Karena seluruh proses juga masih manual, ke depan kami berharap bisa menggunakan mesin agar lebih cepat," tuturnya.


Herman menambahkan, dengan dibantu lima rekannya, ia bisa mengerjakan 70 kap lampu hias perminggu. Harganya pun disesuaikan dengan tingkat kesulitan motif yang ada. Semakin rumit, aku Herman, maka harga juga akan semakin mahal. Lampu hias dari paralon ini dijual dengan harga mulai Rp 75 ribu. 

Tak disangka, meski baru sebatas industri rumahan, Herman mengaku lampu hiasnya sudah menembus pasar hingga ke Ciamis, Tasikmalaya, dan Bandung. "Berkat media sosial, Barang-barang kami juga dikirim ke Kalimantan," pungkasnya.  (Zaki)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini