Breaking

logo

Jumat, 07 September 2018

TEAM SABERPUNGLI POLRES JEMBER TANGKAP DUA PENILIK SEKOLAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

TEAM SABERPUNGLI POLRES JEMBER TANGKAP DUA PENILIK SEKOLAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

JEMBER,  Jombang Pos - Dua penilik sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jember terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saberpungli. Keduanya ditangkap diduga melakukan pungli PAUD penerima bantuan Layanan Khusus (LK) dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

Penangkapan dua penilik ini dilakukan di Warung Gizi, Kecamatan Sukowono, Kamis (6/9). Kedua penilik yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini berinisial S (58), warga Desa Lambengan, Kecamatan Ledokombo, dan AR (53), warga Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono. 

Mereka mengambil pungutan liar dari PAUD penerima dana bantuan layanan khusus dari APBN Tahun Anggaran 2018. Nominalnya variatif. Dari dana yang diterima, diberikan kepada oknum penilik 10-15 persen," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo kepada Wartawan, Jumat (7/9/2018).


Dari tangan tersangka, lanjut Kusworo, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 7,2 juta, empat unit ponsel, dan tiga lembar fotokopi rekening bank.

PAUD yang sudah menyerahkan dana saat itu adalah PAUD Nurul Islam Sukowono dan PAUD Cempaka 100 Sempolan," sambungnya.

Modusnya, lanjut Kusworo, uang diserahkan kepada AR. Uang Rp 7,2 juta tersebut didistribusikan untuk tiga orang, yakni S sebesar Rp 2 juta, Rp 3 juta untuk oknum di Dinas Pendidikan, dan AR sendiri Rp 2,2 juta. 

Uang tersebut sebagai bentuk terima kasih, dan tersangka menyampaikan kepada dua sekolah itu, tentang minta pengertiannya kepada lembaga," kata Kusworo.

Dia menyebut uang itu adalah uang 'terima kasih' dari lembaga PAUD yang menerima bantuan. Di mana dua orang tersangka ini, bertugas untuk menjaga pengendalian mutu dan menyurvei apakah lembaga-lembaga itu layak menerima layanan bantuan khusus.

Kami masih melakukan pendalaman. Kalau (tersangka) menyebut aliran dananya ke mana, tentu akan ada tersangka baru," sambung Kusworo.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto mengatakan, OTT dipimpin Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres dan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari. 

Untuk pengembangan, tergantung hasil pemeriksaan. Saya kira pungutan liar tak akan berhenti pada pemungut saja. Tunggu saja. Ini diperiksa dulu. Ini baru berjalan. Nanti tim penyidik kejaksaan dan polres bersinergi," katanya.

Nantinya para tersangka akan dikenakan Pasal 12 Huruf (e) dan atau Pasal 12 A atau Pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 (e) KUHP.  (Onggy)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini