Breaking

logo

Kamis, 04 Oktober 2018

6 - 7 HERCULES C - 130 MILIK SKADRON 32 MENDUKUNG PENANGANAN BENCANA ALAM DI PALU - DONGGALA SULTENG

6 - 7 HERCULES C - 130 MILIK SKADRON 32 MENDUKUNG PENANGANAN BENCANA ALAM DI PALU - DONGGALA SULTENG

MALANG,  Jombang Pos - Enam hingga tujuh Hercules C-130 milik Skadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh menjalankan misi kemanusiaan gempa Palu, Sulawesi Tengah. Selain membawa logistik, personel satgas penanggulangan bencana, Hercules juga membawa pengungsi meninggalkan Kota Palu.

Setiap harinya, ada enam sampai tujuh pesawat bersama awaknya beroperasi menjalankan misi kemanusiaan pasca gempa di Palu. Ini merupakan kesiapan Skadron 32 dalam penanganan bencana di Palu dan sekitarnya," terang Komandan Skadron 32 Letkol (penerbang) Agus Rohimat berbincang dengan wartawan di Skadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Jumat (5/10/2018).

Dia mengatakan, dalam misi kemanusiaan atau penanganan bencana Palu dan sekitarnya, Skadron 32 mendapatkan tugas untuk melayani penerbangan di dua pangkalan. Yakni Lanud Hasanudin, Makassar dan kedua di Lanud Domber, Balikpapan.

Utamanya tugas mengangkut logistik bantuan sosial berupa makanan dan minuman yang sangat dibutuhkan warga Palu dan sekitarnya. Saat kembali dari Palu, mengangkut pengungsi yang sudah disiapkan satgas di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu," tambahnya. 


Sampai hari ini, pesawat setiap melaksanakan tugas mengangkut 12 sampai 13 ton logistik bantuan sosial, saat kembali dari Palu menuju Balikpapan atau Makassar mengangkut 150 sampai 160 pengungsi," ujarnya.

Agus menceritakan, kondisi Bandara Mutiara Sis Al-Jufri pasca gempa mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian landasan 33. Sepanjang hampir 300 meter jalur landasan pacu rusak.

Setelah dilakukan analisa dan assesment, dipastikan pesawat kita C-130 bisa mendarat dan take off. Sejak itu, kami memulai frekuensi penerbangan dari Palu ke Makassar dan sebaliknya," paparnya.

Dia tak memungkiri ketika awal penanganan bencana, banyak masyarakat khusus korban bencana berkeinginan ikut terbang bersama Hercules meninggalkan Palu. 

Cukup banyak masyarakat ingin keluar dari Palu. Dari pantauan kami, tidak kurang sebanyak 2 ribu masyarakat mengantre untuk menunggu giliran penerbangan oleh pesawat-pesawat kita," ujarnya.

Agus terakhir menjalankan misi kemanusiaan kemarin malam. Pesawat Hercules yang diterbangkan dari Palu dan Makassar mengangkut 175 pengungsi untuk dibawa ke Bandara Juanda, Sidoarjo. 

Saya terakhir kemarin malam terbang, membawa 175 pengungsi ke Sidoarjo," katanya. 

Selama beberapa kali penerbangan, Agus sempat mendokumentasikan kondisi Palu dan sekitarnya dari ketinggian sekitar 3000 kaki.

Seperti dalam video, yang kami rekam pada Selasa kemarin, kondisinya cukup parah dampak dari bencana," ungkap Agus mengakhiri wawancara.
(Supitri)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini