Breaking

logo

Rabu, 03 Oktober 2018

TUKANG BECAK DI JOMBANG PENDAPATAN SEMAKIN BERKURANG KARENA IMBAS DARI OJEK ONLINE

TUKANG BECAK DI JOMBANG PENDAPATAN SEMAKIN BERKURANG KARENA IMBAS DARI OJEK ONLINE

JOMBANG,  Jombang Pos - Pesatnya kemajuan teknologi juga berimbas pada pendapatan tukang becak di Kabupaten Jombang. Mereka semakin kesulitan mencari penumpang akibat makin maraknya ojek online (ojol). Potensi gesekan antar kedua penyedia jasa transportasi itu pun rentan terjadi.

Persoalan itu lah yang menjadi pembahasan utama dalam forum musyawarah antara Forkopimda Jombang dengan 20 perwakilan tukang becak di Kota Santri. Para tukang becak, baik yang bermotor maupun becak kayuh itu diberi kesempatan menyapaikan aspirasinya.

Selain Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto, musyawarah ini juga dihadiri Dandim 0814 Letkol Beni Sutrisno, Dansat Radar 222 Ploso Letkol Dwi Purnomo, Kasat Binmas AKP Hariono, Kasat Intelkam AKP Marwanto, Kasat Lantas AKP Inggal Widya Perdana, Asisten I Pemkab Purwanto, serta Kasi Pidum Kejari Jombang Teddy.


Di Jombang sudah marak ojek online. Imbas kemajuan teknologi itu berdampak pada para abang becak konvensional semuanya. Maka pada pertemuan ini kami ajak mereka bermusyawarah agar tidak timbul gesekan di masyarakat," kata Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto di lokasi acara, Rabu (3/10/2018).

Fadli berjanji hasil musyawarah dengan puluhan tukang becak ini akan disampaikan ke instansi terkait. "Nanti kami dari kepolisian akan meneruskan semua keluhan abang becak ke pihak terkait," tegasnya.

Perwakilan tukang becak di Jombang Sukiman menuturkan, pendapatan pengayuh becak kian anjlok sejak maraknya transportasi online di Kota Santri. Pihaknya berharap pemerintah membagi kawasan mangkal tukang becak, ojek konvensional dengan ojek online agar tak saling berebut penumpang.

Sejak adanya ojek online di Jombang, pendapatan kami para tukang becak menurun. Karena ojek online sering menyerobot penumpang yang ada di pangkalan becak," terangnya.

Kasat Lantas AKP Inggal Widya Perdana pun merespons keluhan para tukang becak. Dia akan menggelar musyawarah lanjutan dengan mengundang pimpinan paguyuban tukang becak, pengelola ojek online dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang.

Nantinya akan kami rapatkan bersama untuk mencari solusinya," tandasnya.

Kesempatan diskusi dengan 20 perwakilan tukang becak ini juga dimanfaatkan Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto untuk berbagi. Dia membagikan bingkisan kepada para abang becak.
(Tree)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini