Breaking

logo

Jumat, 30 November 2018

PEMKAB MOJOKERTO KINI BELUM MENINDAK KADES SAMPANGAGUNG

PEMKAB MOJOKERTO KINI BELUM MENINDAK KADES SAMPANGAGUNG

MOJOKERTO,  Jombang Pos - Pemkab Mojokerto hingga kini belum menindak Kades Sampangagung, Kutorejo, Mojokerto Suhartono yang menjadi tersangka tindak pidana Pemilu. Pemerintah berdalih belum menerima surat status tersangka dari penyidik Sentra Gakkumdu.

Sampai sekarang belum saya terima terkait status yang bersangkutan. Yang jelas ada Permendagri nomor 65 tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Desa. Itu nanti kami lihat dulu ancaman pidananya," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mojokerto Ardi Sepdianto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (30/11/2018).

Ardi menuturkan, hari ini sedianya penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Mojokerto akan mengirim surat status tersangka Suhartono. Namun hingga pukul 14.00 WIB, surat tersebut tak kunjung dia terima. Padahal Suhartono ditetapkan sebagai tersangka sejak 15 November 2018.

Oleh sebab itu, lanjut Ardi, pihaknya berencana akan menyurati Sentra Gakkumdu untuk menanyakan status hukum Suhartono. Pasalnya, tanpa surat tersebut pihaknya tak bisa menentukan sanksi bagi Kades Sampangagung tersebut.


Kami juga diberi kewenangan oleh Bupati untuk menanyakan status hukum Kepala Desa yang terkena masalah. Terkait status tersangka, tindak pidana yang dilakukan dan ancaman pidananya. Karena berhubungan dengan sanksi yang akan diberikan," terangnya.

Sebagai Kades yang seharusnya netral selama masa kampanye Pilpres 2019, Suhartono justru terang-terangan mendukung Cawapres Sandiaga. Akibatnya, dia dijerat dengan Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 1 tahun dan denda Rp 12 juta.

Ancaman pidana pasal yang disangkakan terhadap Suhartono, kata Ardi, bakal berpengaruh terhadap bentuk sanksi yang akan dijatuhkan. Hanya saja pihaknya tak bisa memutuskan sendiri sanksi yang akan diberikan kepada Suhartono.

Senin pekan depan akan kami kaji bersama Inspektorat dan Bagian Hukum. Karena kami punya Perbup tentang Pemberian Sanksi Administrasi terhadap Kepala Desa dan perangkat desa," tandasnya.


Penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Mojokerto menetapkan Suhartono sebagai tersangka dalam kasus pidana Pemilu. Tindakan yang dilakukan tersangka dinilai menguntungkan salah satu calon di Pilpres 2019. Perkara yang menjerat Suhartono telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Tindak pidana Pemilu yang dilakukan Suhartono nampak dilakukan secara terang-terangan. Tersangka menggalang massa ibu-ibu di kampungnya untuk menyambut Sandiaga Uno di Jalan Desa Sampangagung, Minggu (21/10). Capres nomor 2 tersebut dalam perjalanan untuk berkampanye di Wisata Air Panas Padusan, Pacet.

Jumlah massa yang dikerahkan Suhartono, mencapai 50 orang. Tersangka menghabiskan Rp 20 juta untuk memberi uang lelah ke para ibu-ibu yang bersedia ikut menyambut Sandiaga. Saat penyambutan Sandiaga, Suhartono juga berfoto selfie dengan Cawapres nomor 2 tersebut. Selain itu dia juga memasang spanduk dan banner berisi dukungan untuk Sandiaga.  (Nuri)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini