Breaking

logo

Selasa, 11 Desember 2018

GORONG-GORONG PURBA YANG DITEMUKAN WARGA DESA DUKUHNGARJO, KECAMATAN JATIREJO PENINGGALAN KERAJAAN MOJOPAHIT

GORONG-GORONG PURBA YANG DITEMUKAN WARGA DESA DUKUHNGARJO, KECAMATAN JATIREJO PENINGGALAN KERAJAAN MOJOPAHIT

MOJOKERTO,  Jombang Pos - Meski ditemukan di pusat Kerajaan Majapahit dahulu kala, namun muncul dugaan gorong-gorong purba yang ditemukan warga di lahan bekas tambang batu Dusun/Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto bukanlah peninggalan kerajaan besar ini. 

Bahkan struktur bangunan dari bata kuno ini diperkirakan berusia jauh lebih tua, yaitu pada abad 12 Masehi. Muncul dugaan jika gorong-gorong ini merupakan peninggalan Kerajaan Kadiri atau Singosari.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan pertama, ini karena bata-bata merah yang menyusun gorong-gorong ini mempunyai dimensi lebih besar jika dibandingkan dengan bata di situs-situs peninggalan Majapahit. 

Rata-rata bata kuno di situs ini mempunyai ukuran 40x23x9 cm. Sementara bata merah di situs-situs Majapahit yang ada di wilayah Trowulan, Mojokerto paling besar berdimensi 34x18x7 cm seperti halnya yang ditemukan di Candi Brahu, Candi Bajangratu dan Candi Gentong.

Nah, (bata merah) ini lebih besar dari peninggalan Majapahit yang ditemukan di Trowulan. Dugaannya peninggalan zaman sebelum Majapahit. Bisa Kerajaan Kadiri abad 12 atau Singosari," kata Wicaksono kepada wartawan, Rabu (12/12/2018).

Ia menambahkan, bangunan peninggalan zaman Kerajaan Kadiri juga cenderung menggunakan bata merah berukuran besar. Sepengetahuan Wicaksono, panjang bata merah pada masa itu mencapai 38 cm seperti halnya di Candi Surawana, candi peninggalan Kerajaan Kadiri yang terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Selain Kadiri, Kerajaan Singosari yang bercokol setelahnya, juga menggunakan bata merah berdimensi besar pada bangunan yang mereka dirikan. Wicaksono pun menduga gorong-gorong purba itu bertahan hingga zaman Majapahit lantaran tetap dirawat dan difungsikan.

Majapahit merenovasi peninggalan Kadiri dan Singosari. Contohnya Candi Jawi (di Desa Candi Wates, Prigen, Pasuruan)," terangnya.

Sayangnya, BPCB Jatim belum berencana untuk melakukan ekskavasi terhadap situs purbakala ini. Wicaksono mengaku baru sebatas bisa memasukkan temuan gorong-gorong purba itu dalam daftar cagar budaya saja.

Ekskavasi belum bisa sekarang karena tahun depan kami ekskavasi di tempat lain. Nanti kami memilih lagi skala prioritas di 2020," ujarnya.

Berkaca pada situs Kumitir, Jatirejo yang rusak dijarah warga, Wicaksono mengaku telah melakukan upaya antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terhadap peninggalan tersebut. Salah satunya melalui sosialisasi kepada warga terkait adanya sanksi pidana bagi perusak situs purbakala.

Sekarang dalam pengawasan desa," tandasnya. (Nuri)

Attention : Segala Jenis Bentuk Berita yang terdapat di situs Jombang Pos Berdasarkan Dari Sumber Online dan Lapangan Secara Langsung, Untuk Klarifikasi Mengenai Pemberitaaan silahkan klik disini